Surat Terakhir, Kepada yang Bimbang Memutuskan

Assalamualaikum wr wb.
Bagaimana keadaanmu? Semoga sehat selalu dan dalam lindungan Allah. Alhamdulillah, Dia masih mengaruniakan kepada kita hati yg masih bisa merasa, entah itu rasa sedih ataupun bahagia. Yang jelas Allah blm mematikan hati kita.

Tibanya surat ini di tanganmu adalah ungkapan lisanku yg tertahan & tak berani diungkapkan. Ini adalah isi dari pergolakan jiwa yg sulit berhari-hari. Tentang gelisah yg tak mampu kutepis krn aku takut pada suatu masa; masa dimana kita akan mempertanggungjawabkan semua ini.

Tentu kau tahu, bahwa hubungan ini salah adanya. Allah menciptakan 1 hati yg semestinya dicurahkan hanya untuk mencintai-Nya, tapi malah kita curahkan berdua. Awalnya kita mengatakan bahwa cinta ini karena Allah, namun di manakah letak Allah ketika semuanya diharumi oleh nafsu?

Saat ini, aku merasa beruntung krn Allah membuka mataku dg memberikan ‘nikmat sadar’ dan keberanian itu padaku, nikmat sadar bahwa ‘kesalahan’ ini harus segera diakhiri.

Aku tahu kau akan bersedih, sama seperti kesedihanku kala menuliskan surat ini. Air mata jangan kau tanya. Tapi ini aku lakukan semata krn aku tak ingin kamu dibakar api neraka krna terus menjalani hubungan yg membawa kita pada murka-Nya.

Kita tidaklah saling menyakiti, tapi kita sama2 pergi untuk mengobati hati. Bukankah berpisah karena Allah adalah sesuatu yg Dia ridhoi?

Kita sama2 saling bergantung hingga tak jarang kita saling mengecewakan, dan sungguh kita sama2 tahu betapa sakitnya itu. Perpisahan ini kan jadi pelajaran bahwa hanya Allah tempat bergantung yg takkan prnah mengecewakan.

Perpisahan ini mengajari kita bagaimana sakitnya mencintai makhluk dg sangat, sementara sangat indah jika yg kita cintai hanya Allah.

Perpisahan ini juga mengajari bahwa Allah Maha Pengampun & Penyayang, yg akan selalu membuka pintu pengampunan atas masa lalu kita yg kelam.

Perpisahan ini karena Allah. Bukankah jika dilandaskan krn Allah maka semua hal akan bermuara pada kebahagiaan? Maka untuk apa kita bersedih?

Semoga surat ini menjadi tausiyah cinta bagi kedua hati kita. Semoga ini menjadi jalan hijrah untuk diriku dan dirimu.

Wassalamualaikum wr wb.

Tag sahabat terbaikmu!
.
#baperpositif #udahputusinaja

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

shared on wplocker.com