Petaka Dengki

Dia berhasil, kita jengkel.
Dia bahagia, kita jengkel.
Dia diberi nilai lebih baik, kita jengkel.
Dia lulus duluan, kita jengkel.
Dia punya yang terbaru, kita jengkel.
Dia berbuat baik pada orang lain, kita jengkel.
Dia mati, mungkinkah saat itu baru kita bisa bahagia?

Bangun rumah, tapi ujung-ujungnya menghancurkan rumah itu sendiri. Susah payah mencari uang, tapi membakarnya hingga menjadi abu. Nah, itulah perumpamaan dengki.
.
“Jauhilah dirimu dari dengki, karena dengki dapat memakan kebaikan seperti api memakan kayu bakar.” (HR. Abu Daud).
.
Sebanyak apapun amal kebaikan kita, jika kita belum ridho terhadap pencapaian orang lain, belum ridho terhadap impian orang lain, maka terkikislah amal kebaikan kita. Sia-sia!
.
“Dengki itu ibarat engkau minum racun, namun berharap orang lain yang mati.” (Ali bin Abu Thalib).
.
Kalau kita tidak ridho terhadap pencapaian orang lain, berarti kita tidak ridho dengan Yang Maha Memberikan pencapaian tersebut kepadanya. Allah saja ridho, mengapa kita tidak ridho? Kalau kita dengki, kalau kita tidak ridho, berarti kita merasa lebih hebat dibandingkan Allah. 😭
.
“Ya Allah, Engkaulah yang Maha Meniupkan ketenangan ke dalam hati. Jangan biarkan hati kami selalu bergelombang karena kedengkian di hati kami. Redakanlah, ya Allah. Sesungguhnya kami ingin hati ini tenang, maka buatlah kami ikhlas terhadap semua ketetapan-Mu. Amin.”
.
Collaboration @langitinu with @tausiyahcinta_

#langitinu #baperpositif #tausiyah #inspirasi #muslim #muslimah #muhasabah #renungan #islami #artworkdakwah #ilovejilbab #tausiyahcinta #akhlak (at Di Hatiku)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

shared on wplocker.com