Posts Tagged "Langitinu"

Oh Ibu

Oh Ibu

Teruntuk wanita yang mencintaiku sebelum aku terlahir. Teruntuk wanita yang memeluk hatiku jauh sebelum hati itu terbentuk.

Teruntuk wanita yg selalu terjaga dari senja hingga fajar dg kelemahan demi kelemahan untuk 9 bulan lamanya, menyemangati dirinya sendiri bahwa itu adalah sesuatu yg patut diperjuangkan. Hingga pada akhirnya ia sampai di rumah sakit, itu adalah cinta pada pandangan pertama sebab ia melihat: “aku”.

Read More

Kejutan dari Allah

Kejutan dari Allah

Bukannya Allah tidak ingin memberikan jalan keluar dan kemudahan, namun terkadang kita sendiri yang seringkali tidak sabar menyempurnakan ikhtiar dan menunggu datangnya kejutan Allah.
Jika Allah tidak menambah rizkimu, padahal engkau menambah ibadahmu dan mengurangi dosamu, maka ketahuilah, Allah sedang menyiapkan kejutan untukmu.

Jika Allah menambah rizkimu, padahal engkau tidak menambah ibadahmu dan justru malah menambah dosamu, maka ketahuilah, Allah sedang menyiapkan kejutan untukmu.

Read More

Sepuluh Jari Tengadah

Sepuluh Jari Tengadah

Seperti huruf hijaiyah yang dieja
Aku mengenal-Mu satu-satu
Seperti cara aku berwudhu
Kubasuh satu-satu agar pantas temui-Mu

Tuhanku yang Maha Sempurna
Kini aku tahu
Yang telah melukis senja pada maghrib yang hendak tiba
Yang telah menunaikan rindu pada hati yang hampa

Maka sepuluh jemariku menengadah dan menggigil
Pada kesunyian waktu yang kupunya

Read More

Selamat Pagi!

Selamat Pagi!

Selamat pagi untuk kamu yang bangun lebih pagi dari matahari. Kamu yang sengaja bangun lebih awal, agar memperoleh limpahan keberkahan. Kamu yang meniatkan untuk bangun lebih awal, karena kamu lebih mencintai Dia daripada dunia dan seisinya.

Disaat yang lain masih bermimpi kamu sudah menjemput cinta Illahi. Disaat yang lain masih terlelap kamu mengetuk pintu langit dengan sholat.

Read More

Andai Ku Tahu

Andai Ku Tahu

Engkau yang menggenggam ubun-ubun ini. Engkau yang memiliki nyawa ini. Jika Kau menginginkan, Kau dapat mengambilku kapan saja Kau mau.

Tuhanku yang Maha Sempurna, Kaulah yang menulis semua diary tentang kehidupan, Kaulah yang menghidupkan, dan Kau pula yang mematikan. Tentang tibanya saat itu, andai saja aku bisa tahu.

Andai saja detik-detik kepulanganku kuketahui tanggalnya. Andai saja usiaku kuketahui batas akhirnya. Andai saja kuketahui semua rahasia tentang kepergianku suatu saat nanti. Tapi, sungguh tak mungkin hal itu dapat kuketahui.

Read More
shared on wplocker.com